Kajian Manajemen Data Spasial Dalam Unit Kerja KNLH

Posted by Asdep. Datin on 6 January 2010 | 0 Comments

Tags:

Data spasial merupakan salah satu jenis data yang sangat khas yaitu menyimpan informasi lokasional. Data ini merupakan komplemen data tabular atau data statistik yang sampai saat ini masih mendominasi sebagian besar basis data di Indonesia. Dengan komplementasi ini, kelemahan lokasional data tabular dapat dikurangi sehingga pengguna dapat memperoleh gambaran suatu fenomena yang lebih utuh. Data spasial telah mulai dimanfaatkan dengan luas pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk diantaranya pertanian, kehutanan bahkan ekonomi/finansial. Salah satu aspek yang penting dipelajari, dikembangkan dan diimplementasikan adalah pada bidang lingkungan. Kebutuhan tersebut saat ini ditunjang dengan tersedianya perangkat keras, perangkat lunak serta berbagai strata pendidikan yang menghasilkan sumberdaya manusia yang memenuhi kualifikasi pemanfaatan data spasial. Perkembangan ini tidak terlepas dari pengembangan sensor, teknologi pengolahan serta pengembangan aplikasi data penginderaan jauh, sains informasi geografis serta penetapan posisi dan navigasi memanfaatkan perangkat Global Positioning System atau sistem sejenisnya.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) sebagai salah satu institusi tertinggi dalam bidang lingkungan di Indonesia telah dan terus diharapkan berperan sebagai leader dalam aspek deteksi, pemantauan dan aspek-aspek lanjutan seperti rehabilitasi dan penegakan hukum, utamanya memanfaatkan data dan informasi spasial yang dibangun oleh unit-unit kerja internal KNLH. Telaah secara kontinu masih terus diperlukan agar sinergi antar unit-unit kerja KNLH dapat terus dipertahankan serta diperkuat. Kondisi ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi akuisisi dan pemrosesan data yang sangat pesat dimana membutuhkan mekanisme updating pengetahuan secara reguler dan berkesinambungan.

Dengan demikian, KNLH sangat berkepentingan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan terbaru sehingga kemanfaatan dapat lebih dioptimalkan. Sinergi yang baik dapat memperkuat institusi dan mengoptimalkan kegiatan serta mereduksi tumpang-tindih perolehan dan pemanfaatan data dan informasi. Untuk itu diperlukan kajian yang dapat memetakan kebutuhan dan pemanfaatan data spasial pada unit kerja KNLH. Diharapkan dari deskripsi dan pemetaan ini, setiap unit teknis dapat membagi tugas secara lebih spesifik dan mengurangi duplikasi kegiatan sehingga pada akhirnya dana penelitian dapat diefisienkan serta dapat lebih berhasil-guna. Kajian ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan P4W IPB (Laporan lengkap)